Minggu, 07 April 2013

KEBUDAYAAN ACEH


Kebudayaan Aceh
Indonesia merupakan sebuah Negara yang amat kaya dengan keragaman budayanya. Dari sabang sampai merauke berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu. Dari mulai pulau Sumatra sampai papua terdiri dari beragam suku bangsa dan keanekaragamannya. Oleh karena itu Indonesia bersemboyan Bhineka Tunggal Ika. Salah satu daerah yang amat terkenal kebudayaan nya yaitu Aceh yang berada di Provinsi Sumatra Utara.
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam terdiri atas sembilan suku, yaitu Aceh (mayoritas), Tamiang (Kabupaten Aceh Timur Bagian Timur), Alas (Kabupaten beragam suku bangsa dan keanekaragamannya. Aceh Tenggara), Aneuk Jamee (Aceh Selatan), Naeuk Laot, Semeulu dan Sinabang (Kabupaten Semeulue). Masing-masing suku mempunyai budaya, bahasa dan pola pikir masing-masing.
Bahasa yang umum digunakan adalah Bahasa Aceh. Di dalamnya terdapat beberapa dialek lokal, seperti Aceh Rayeuk, dialek Pidie dan dialek Aceh Utara. Sedangkan untuk Bahasa Gayo dikenal dialek Gayo Lut, Gayo Deret dan Gayo Lues.
Di sana hidup adat istiadat Melayu, yang mengatur segala kegiatan dan tingkah laku warga masyarakat bersendikan hukum syariat Islam. Penerapan syariat Islam di provinsi ini bukanlah hal yang baru. Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, tepatnya sejak masa kesultanan, syariat Islam sudah meresap ke dalam diri masyarakat Aceh.
Sejarah menunjukkan bagaimana rakyat Aceh menjadikan Islam sebagai pedoman dan ulama pun mendapat tempat yang terhormat. Penghargaan atas keistimewaan Aceh dengan syariat Islamnya itu kemudian diperjelas dengan Undang-undang Nomor 44 Tahun 1999 menggenai Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh. Dalam UU No.11 Tahun 2006 mengenai Pemerintahan Aceh, tercantum bahwa bidang al-syakhsiyah (masalah kekeluargaan, seperti perkawinan, perceraian, warisan, perwalian, nafkah, pengasuh anak dan harta bersama), mu`amalah (masalah tatacara hidup sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari, seperti jual-beli, sewa-menyewa, dan pinjam-meminjam), dan jinayah (kriminalitas) yang didasarkan atas syariat Islam diatur dengan qanun (peraturan daerah).
Undang-undang memberikan keleluasaan bagi Aceh untuk mengatur kehidupan masyarakat sesuai dengan ajaran Islam. Sekalipun begitu, pemeluk agama lain dijamin untuk beribadah sesuai dengan kenyakinan masing-masing. Inilah corak sosial budaya masyarakat Aceh, dengan Islam agama mayoritas di sana tapi provinsi ini pun memiliki keragaman agama.
Keanekaragaman seni dan budaya menjadikan provinsi ini mempunyai daya tarik tersendiri. Dalam seni sastra, provinsi ini memiliki 80 cerita rakyat yang terdapat dalam Bahasa Aceh, Bahasa Gayo, Aneuk Jame, Tamiang dan Semelue. Bentuk sastra lainnya adalah puisi yang dikenal dengan hikayat, dengan salah satu hikayat yang terkenal adalah Perang Sabi (Perang Sabil).
Seni tari Aceh juga mempunyai keistimewaan dan keunikan tersendiri, dengan ciri-ciri antara lain pada mulanya hanya dilakukan dalam upacara-upacara tertentu yang bersifat ritual bukan tontonan, kombinasinya serasi antara tari, musik dan sastra, ditarikan secara massal dengan arena yang terbatas, pengulangan gerakan monoton dalam pola gerak yang sederhana dan dilakukan secara berulang-ulang, serta waktu penyajian relatif panjang.
Tari-tarian yang ada antara lain Seudati, Saman, Rampak, Rapai, dan Rapai Geleng. Tarian terakhir ini paling terkenal dan merupakan perpaduan antara tari Rapai dan Tari Saman.
Dalam bidang seni rupa, Rumoh Aceh merupakan karya arsitektur yang dibakukan sesuai dengan tuntutan budaya waktu itu. Karya seni rupa lain adalah seni ukir yang berciri kaligrafi. Senjata khas Aceh adalah rencong. Pada dasarnya perpaduan kebudayaan antara mengolah besi (metalurgi) dengan seni penempaan dan bentuk. Jenis rencong yang paling terkenal adalah siwah.
Suku bangsa Aceh menyenangi hiasan manik-manik seperti kipas, tudung saji, hiasan baju dan sebagainya. Kemudian seni ukir dengan motif dapat dilihat pada hiasan-hiasan yang terdapat pada tikar, kopiah, pakaian adat, dan sebagainya.
- Budaya Bercocok Tanam
bercocok tanam yang dimulai sejak pembukaan lahan. Dalam hal ini, ada lembaga/instansi adat yang berwenang, yakni panglima uteuen yang dibawahi beberapa struktur adat lainnya seperti petua seuneubôk, keujruen blang, pawang glé, dan sebagainya.
Dalam sistem pengelolaan hutan sebagai lahan bercocok tanam, fungsi petua seuneubôk tak dapat dinafikan. Seuneubôk sendiri maknanya adalah suatu wilayah baru di luar gampông yang pada mulanya berupa hutan. Hutan tersebut kemudian dijadikan ladang. Karena itu, pembukaan lahan seuneubôk harus selalu memperhatikan aspek lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi anggota seuneubôk dan lingkungan hidup itu sendiri. Maka fungsi petua seuneubôk menjadi penting dalam menata bercocok tanam, di samping kebutuhan terhadap keujruen blang.
- Budaya Membuka Lahan Perkebunan
bagi masyarakat Aceh terdapat sejumlah aturan yang sudah hidup dan berkembang sejak zaman dahulu. Kearifan masyarakat Aceh juga terdapat dalam larangan menebang pohon pada radius sekitar 500 meter dari tepi danau, 200 meter dari tepi mata air dan kiri-kanan sungai pada daerah rawa, sekitar 100 meter dari tepi kiri-kanan sungai, sekitar 50 meter dari tepi anak sungai (alue).
-Pamali atau Pantangan
Selain itu, dalam adat Aceh dikenal pula sejumlah pantangan saat membuka lahan di wilayah seuneubôk. Pantangan itu seperti peudong jambô. Jambô atau gubuk tempat persinggahan melepas lelah sudah tentu ada di setiap lahan. Dalam adat meublang, jambô tidak boleh didirikan di tempat lintasan binatang buas atau tempat-tempat yang diyakini ada makhluk halus penghuni rimba. Bahan yang digunakan untuk penyangga gubuk juga tidak boleh menggunakan kayu bekas lilitan akar (uroet), karena ditakutkan akan mengundang ular masuk ke jambô tersebut.
Ada pula pantang daruet yang maksudnya anggota suneubôk dilarang menggantung kain pada pohon, mematok parang pada tunggul pohon, dan menebas (ceumeucah) dalam suasana hujan. Hal ini karena ditakutkan dapat mendatangkan hama belalang (daruet).Selain itu, di dalam kebun (hutan) juga dilarang berteriak-teriak atau memanggil-manggil seseorang saat berada di hutan/kebun. Hal ini ditakutkan berakibat mendatangkan hama atau hewan yang dapat merusak tanaman, seperti tikus, rusa, babi, monyet, gajah, dan sebagainya.
Disebutkan pula bahwa dalam adat Aceh terdapat pantangan masuk hutan atau hari-hari yang dilarang. Karena orang Aceh kental keislamannya, hari yang dilarang itu biasanya berkaitan dengan “hari-hari agama”.
Aceh juga mencatat sejumlah larangan atau pantangan dalam perilaku. Hal ini seperti memanjat atau melempar durian muda, meracun ikan di sungai atau alue, berkelahi sesama orang dewasa dalam kawasan seuneubôk, mengambil hasil tanaman orang lain semisal buah rambutan, durian, mangga, dll. walaupun tidak diketahui pemiliknya, kecuali buah yang jatuh. Larangan tersebut tentunya menjadi cerminan sikap kejujuran dalam kehidupan di bumi yang mahaluas ini.
-Adat Bersawah
Dalam bersawah (meupadé), juga terdapat sejumlah ketentuan demi keberlangsungan kenyaman dan keamanan bercocok tanam. Hal ini seperti hanjeut teumeubang watèe padé mirah. Maksudnya adalah tidak boleh memotong kayu saat padi hendak dipanen. Kalau ini dilanggar, dipercaya akan mendatangkan hama wereng (geusong). Demi menghindari sawah sekitar ikut imbas hama wereng, bagi si pelanggar ketentuan itu dikenakan denda oleh keujruen blang.
Alangkah baiknya agar kita selalu menjaga kebudayaan yang ada di Indonesia agar tetap lestari. Aceh dengan budaya yang amat beragam tersebut sebaiknya harus selalu dilestarikan dan kebudayaannya tetap memberikan ciri khas bagi aceh.

Kamis, 21 Maret 2013

KEBUDAYAAN BALI


Kebudayaan Bali

 
 Bali adalah nama salah satu provinsi di Indonesia dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.
Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang danAustralia. Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.
MUSIK
Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan jegog, gamelan gong gede, gamelan gambang, gamelan selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.
Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.
TARI
Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.
Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged serta berbagai koreografi tari modern lainnya.
Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak dan Tari Pendet. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sang Hyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya. Penari belia sedang menarikan Tari Belibis, koreografi kontemporer karya Ni Luh Suasthi Bandem. Pertunjukan Tari Kecak., Tarian wali, Sang Hyang Dedari, Sang Hyang Jaran, Tari Rejang, Tari Baris, Tarian bebali, Tari Topeng, Gambuh, Tarian balih-balihan, Tari Legong, Arja, Joged Bumbung, Drama Gong, Barong, Tari Pendet, Tari Kecak, Calon Arang, Tari Janger.
PAKAIAN DAERAH
Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.
Pria
Anak-anak Ubud mengenakan udeng, kemeja putih dan kain.Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:
Udeng (ikat kepala), Kain kampuh, Umpal (selendang pengikat), Kain wastra (kemben), Sabuk, Keris, Beragam ornamen perhiasan, Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas kaki sebagai pelengkap.
Wanita
Para penari cilik mengenakan gelung, songket dan kain prada., Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:, Gelung (sanggul), Sesenteng (kemben songket), Kain wastra, Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada, Selendang songket bahu ke bawah, Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam, Beragam ornamen perhiasan. Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.
RUMAH ADAT
Rumah Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan, layaknya Feng Shui dalam Budaya China)
Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan dan parahyangan. Untuk itu pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut Tri Hita Karana. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.
Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.
Alangkah baiknya agar kita selalu menjaga kebudayaan yang ada di Indonesia agar tetap lestari. Bali dengan keindahan yang dimilikinya membuat para wisatawan gemar berkunjung kesana. Walaupun banyak budaya barat yang masuk ke bali kita harus tetap melestarikan budaya Indonesia dan bangga terhadapnya.

Senin, 11 Maret 2013

KEBUDAYAAN JAWA BARAT


Kebudayaan Jawa Barat
Seperti halnya kita ketahui bahwasanya Indonesia seringkali disebut sebagai negara yang kaya akan kebudayaannya, sebutan itu memang sangat benar bila kita lihat dari semua keanekaragaman Budaya, Bahasa, Ras dll yang ada di Indonesia. Semua itu merupakan peninggalan leluhur yang sangat berharga untuk Indonesia yang wajib untuk kita lestarikan. Akan tetapi terkadang Indonesia belum bisa mengolah semuanya dengan baik, bahkan banyak budaya Indonesia yang diklaim oleh negara lain. Oleh karena itu,kita sebagai generasi muda saat ini dan untuk ke depannya diharapkan dapat melestarikan dan menjaga budaya negara sendiri.
Pada artikel kali ini saya akan sedikit memaparkan beberapa contoh kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya yang berasal dari Jawa Barat. Budaya Jawa Barat banyak sekali contohnya saja seperti pencak silat, tari jaipong, kacapi suling, angklung, dll. Mungkin yang akan saya jelaskan pada artikel kali ini masih sebagian kecil dari budaya jawa barat, Contohnya  yaitu sebagai berikut :

1. Pencak Silat, merupakan suatu seni beladiri yang berasal dari Indonesia. Dalam perkembangannya kini istilah "pencak" lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan gerakan, sedangkan "silat" adalah inti ajaran bela diri dalam pertarungan. Pencak silat terdiri dari empat aspek, seperti aspek bela diri, aspek seni budaya, aspek mental spritual, dan aspek olahraga. Ke empat aspek tersebut sangatlah penting dalam persilatan. Nama "pencak" digunakan di Jawa, sedangkan "silat" digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Dalam perkembangannya kini istilah "pencak" lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan gerakan, sedangkan "silat" adalah inti ajaran bela diri dalam pertarungan.







2.      Tari Jaipong, Tari ini diciptakan oleh seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira, sekitar tahun 1960-an, dengan tujuan untuk menciptakan suatu jenis musik dan tarian pergaulan yang digali dari kekayaan seni tradisi rakyat Nusantara, khususnya Jawa Barat.merupakan sebuah jenis tari pergaulan tradisional masyarakat Sunda, Jawa Barat. Dan tarian ini cukup popular  di Indonesia. Tari Jaipong bisa di pertunjukan oleh satu orang bahkan bisa lebih dari satu,dua orang. Tari jaipong di iringi oleh musik yaitu Degung. Kehadiran Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Dengan munculnya tari Jaipongan, dimanfaatkan oleh para penggiat seni tari untuk menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan, dimanfaatkan pula oleh pengusaha pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan, dimana perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacam ini dibentuk oleh para penggiat tari.










3.   Kacapi Suling, merupakan sejenis musik instrumental yang bergantung pada improvisasi dan populer di provinsi Jawa Barat yang menggunakan dua alat music kecapi dan suling. Kecapi suling masih berhubungan dengan tembang Sunda. Kecapi suling adalah bentuk kesenian tatar sunda. Selain instrumentalia, disajikan juga lagu-lagu yang rumpakanya disesuaikan dengan kebutuhan acara yang digelar. Lagunya bisa juga diambil dari lagu-lagu Tembang Sunda. Dewasa ini Kecapi Suling banyak disukai kaum muda. Berikut contoh gambar Kecapi suling:






4. Angklung, Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.









Beberapa contoh diatas merupakan penjelasan dari sebagian  budaya Jawa Barat yang ada, akan tetapi masih banyak lagi selain dari contoh-contoh di atas yang dapat kita cari tahu lebih lanjut misalnya melalui media internet, apabila kita tidak mengetahuinya. Sebagai generasi muda alangkah baiknya apabila kita menjaga dan melestarikan beragam budaya yang ada di Indonesia agar anak cucu kita nanti masih dapat merasakan kebudayaan asli Indonesia. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita tentang budaya dan dapat bermanfaat bagi yang membacanya.







Senin, 14 Januari 2013

3 BINTANG

3BINTANG

3BINTANG
Kadang aku berfikir tak ada seorangpun yang akan mengetahui dengan siapa dia akan bertemu dan jalan hidup seseorang tidak ada yang tahu hanya Yang Maha Kuasa lah yang akan selalu menentukan jalan terbaik dalam kehidupan setiap umatnya. Aku teringat dengan kisahku yang membawaku pada suatu ujung jalan yang bersinar terang. Dan ditempat itulah aku menemukan dua bintang yang menjadi inspirasiku, bintang itu ialah sahabat-sahabatku. Gemercik embun dan suara kicauan burung semakin terasa melengkapi suasana bahagia hatiku serta sinar matahari pagi yang turut mengiringi langkahku menuju sekolah yang sangat aku idam-idamkan. Pagi itu pukul 06.45 saat itulah bel hari pertama masuk sekolah berdering. Semua siswa/siswi SMA Negeri 4 Bekasi tahun ajaran baru 2009-2010 berlarian ketengah lapangan untuk melaksanakan upacara bendera untuk pertama kalinya. Saat itulah aku yang merupakan gadis yang mulai memasuki dunia remaja bertemu dengan teman-teman yang berasal dari berbagai smp. Aku biasa dipanggil Ana. Aku mempunyai 1 orang kakak perempuan dan seorang adik perempuan. Sejak kecil sampai sekarang aku sangat gemar menggambar. Aku sangat suka dengan warna pink namun takut dengan hewan serangga seperti kecoa. Aku sangat suka computer dan hal hal yang terkait dengan computer. Aku juga senang membaca, sehingga saat smp tempat favorite ku adalah perpustakaan. Saat sedang berdiri sesuatu mengagetkanku,
“Hei, maaf boleh aku minta tolong”. ucap suara yang sepertinya tak asing bagiku
Saat aku menoleh kebelakang aku tersentak karena orang itu adalah sahabat kecilku saat sd namanya Eka. Ia pun terkejut dan langsung memeluku. Sudah lama aku tidak bertemu dengan eka semenjak ia pindah ke Semarang.
“Ana, benarkah ini kamu? Aku gak nyangka kita ketemu lagi disini, kamu semakin cantik dan tinggi ana”. ujarnya dengan nada bahagia
“Iya Eka, ini aku Ana, Eka juga semakin cantik sekarang tapi lebih kurus”. Jawabku dengan penuh  rasa bahagia
Aku dan eka pun segera mengikuti upacara bendera yang berlangsung dengan hikmat.
Saat diumumkan penentuan kelas ternyata aku dan Eka satu kelas. Tentunya kami memutuskan untuk duduk bersama di kelas X.4. Eka memang sedikit pemarah namun ia gadis yang rajin dan tak bosan bosannya memberi aku nasehat apabila aku melakukan hal yang salah. Sejak itulah persahabatan aku dan eka semakin erat.
Suasana kelas yang ramai dan dipenuhi dengan siswa baru yang saling berkenalan satu sama lainnya membuat suasana semakin mengasyikan. Tak terasa bel istirahat berbunyi aku dan eka memutuskan untuk jajan ke kantin.
Tanpa aku sadari saat aku dan eka jajan di kantin aku bertemu dengan seseorang ia adalah sahabatku saat aku smp. Namanya Adi. Adi adalah sahabatku yang tidak banyak ngomong, ia ramah dan pintar. Ia selalu santai dalam menghadapi permasalahan yang ada sehingga adi dikenal bersifat cuek namun sebenarnya kalau kita sudah mengenal dan memahaminya ia bahkan terlihat sangat perduli. Adi tidak serajin eka, namun aku yakin suatu hari nanti ia akan menjadi bintang yang bersinar. Saat itu ia menyapaku dari kejauhan.
“Ana, kamu dikelas berapa? Aku X.6”. Tanya Adi
“Hei di, aku di kelas X.4,ketemu lagi ya kita”. Jawabku dengan senyum
Akupun mengenalkan Adi kepada Eka, dan akhirnya kami bertiga menjadi sahabat karib sejak saat itu.
Kami sering jalan bersama, belajar bersama, dan saling berbagi pengalaman. Karena aku suka ke perpustakaan eka dan adi pun juga jadi sering ke perpustakaan sehingga kami sangat sering membaca buku dilantai bawah dekat pojok kanan rak yang ada diperpustakaan. Disanalah biasanya kami bercerita ketika ada jam kosong. Saat kelas 2 SMA, kami pernah saling berjanji apabila bila sudah bessar nanti kami akan dating kembali kesekolah dan menjadi orang yang sukses. Aku berkeinginan masuk jurusan system informasi, adi ingin jadi teknik sipil, dan eka ingin menjadi perancang tata kota. Saat sedang mengobrol di perpus adi pernah berkata,
“Aku ingin suatu hari nanti kita bertiga akan menjadi bintang yang akan selalu bersinar walaupun dalam gelapnya malam, janji ? ” ujar adi berkaca-kaca sambil memandangku saat itu
Mendengar perkataan adi aku dan eka pun tersenyum dengan menjawab,
“Ya, kita Janjiiiiiiiiii”. Jawabku dan eka dengan penuh semangat
Adi Ialah sahabatku yang pantang menyerah. Terkadang tanpa ku sadari perkataan adi sering kali  membayangiku dan menjadi suatu sumber semangat yang menginspirasi. Ada kalanya aku berfikir adi cocok menjadi seorang motivator.
Tanpa terasa kami sudah duduk di kelas 3 SMA saat-saat dimana kami akan menentukan jalan kami kedepannya yaitu untuk melanjutkan kuliah. Waktu pun terus berjalan sampai tiba saatnya kami mengikuti berbagai test yang diadakan untuk memasuki perguruan tinggi negri. Tes demi tes pun telah kami ikuti, namun takdir berkata lain aku dan eka tidak diterima di universitas negri sesuai yang kita inginkan tetapi adi berhasil diterima di universitas negeri yang berada di kota Malang dengan jurusan teknik sipil. Aku bangga terhadap adi karena ia sangat bersemangat Aku semakin yakin kalau adi memang akan menjadi bintang yang bersinar. aku bisa melihat sinar itu diwajahnya saat ia bilang kepadaku ia diterima. Aku dan Eka tersentuh bangga walaupun aku dan Eka tidak diterima, adi tak pernah menghina. Satu nasehat adi yang selalu ku ingat,
“Kalian udah berusaha, tapi jangan putus asa. Di sisi lain hidup ini bukan masalah cari kuliahan aja kita hidup ga sesederhana itu. Kalian masih muda, perjalanan masih panjang, walaupun nanti kalian diswasta jangan dengerin apa kata orang, tapi kalian tunjukin walaupun di swasta kalian tetep kompeten dan bisa sukses tanpa latar belakang kampus negeri”. Ujar Adi
Seketika itu aku terdiam. Entah kagum atau apa tapi aku baru menyadari bahwa ia memeng jauh lebih dewasa dan ia adalah bintang yang terang. Kata-katanya entah terpikir darimana tapi itulah adi. curahan nasihat dan semangat selalu adi ucapkan untuk aku dan eka, namun disisi lain yang paling menyedihkan ialah disaat eka menangis didepanku dan bercerita bahwa keadaan ekonomi keluarganya sedang bermasalah ia terancam tidak melanjutkan kuliah. Hal ini membuat eka harus pindah ke yogja ikut bersama ayah dan ibunya untuk memperbaiki keadaan kondisi keuangan keluarganya dan eka melanjutkan kuliahnya disana. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk eka sahabatku .Ia tidak pernah putus asa, ia terus mencoba sehingga pada suatu ketika aku mendengar bahwa ia berhasil mendapat beasiswa di salah satu universitas swasta di Yogya walaupun dalam keadaan seperti itu. Saat itu aku sadar bahwa eka pun merupakan bintang yang bersinar. Tapi apakah aku juga merupakan bagian dari bintang itu? Terkadang aku berfikir, akankah aku menjadi bagian dari kedua bintang yang paling terang itu? dan dapatkah aku memancarkan sinarku bagi orang lain?

Tapi inilah hidup. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Saat ini aku masih melanjutkan studi di Universitas swasta yang ada di Bekasi. Aku berhasil kuliah di jurusan yang aku inginkan. Aku berjanji pada diriku bahwa suatu hari nanti aku akan mewujudkan perkataan adi dan aku akan berusaha bangkit dan akan aku buktikan bahwa sinar itu ada pada diriku dan aku memang layak menjadi bagian dari bintang-bintang yang amat bersinar itu. Aku pun berharap suatu hari nanti kita bertiga akan kembali mengenang masa-masa itu ,dan sudah menjadi bintang-bintang yang bersinar bagi orang lain.






Selasa, 20 November 2012

Ilmu Pengetahuan Tekhnologi


Ilmu Pengetahuan Tekhnologi
            Ilmu Pengetahuan Tekhnolgi merupakan suatu ilmu yang saling berkaitan dengan pesatnya perkembangan globalisasi. Semakin majunya erea globalisasi semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tekhnologi. Dari dulu sampai sekarang ilmu pengetahuan tekhnologi sangat berkaitan dan diperlukan dalam kehidupan sehari – hari . Saya pun secara tidak langsung sudah mengenal ilmu pengetahuan tekhnologi sejak saya kecil. Sejak kecil saya sudah terbiasa mendengar lagu- lagu anak, dan belajar bernyanyi melalui media radio dan televisi. Semakin besar saya juga mengenal alat komunikasi dan penyampai informasi yang bernama computer. Komputer sering digunakan ayah dan ibu untuk mengetik dan mengerjakan pekerjaannya. Namun Saat kecil sampai taman kanak-kanak saya belum bisa memakai computer, saya hanya sudah melihat dan mengetahuinya. Sejak Saya SD saya sudah mulai bisa menggunakan computer namun hanya sesekali dan yang pertama saya kenal saat saya sd yaitu mewarnai melalui computer dan permainan games dan saat saya kelas 5 sd saya sudah mengetahui. Saat saya SMP saya sudah mulai mengenal handphone tetapi saya belum memilikinya . Saat saya SMP saya baru mempunyai handphone. Dengan menggunakan handphone saya menjadi lebih mudah dalam berkomunikasi dengan orang tua dan teman. Saya pun sudah bias menggunakan computer dan mulai terbiasa mengerjakan tugas melalui media computer, bahkan saya sudah mengenal jejaring social seperti facebook dan friendster saat saya SMP. Saat ujian nasional SMP pun pemeriksaan nya melalui media computer. Setelah lulus SMP dan saya ingin mendaftar ke SMA pun menggunakan system computer dan internet . Nilai UN dan biodata kita isikan dan kita pilih SMA yang kita inginkan. Alhamdulillah saya berhasil menjadi 360 orang pendaftar yang diterima di SMA Negeri 4 Bekasi melalui jalur NEM. Saat saya SMAsaya menjadi lebih sering menggunakan computer dan internet, terutama dalam mengerjakan tugas – tugas dan media belajar. Saya pun sudah mengenal penggunaan E-Book saat saya SMA . Saya pernah memakai media pembelajaran E-Book terutama sebagai persiapan menghadapi ujian Nasional. Saat saya kuliah saya sudah dibelikan Laptop atau yang biasa kita sebut sebagai computer jinjing , semakin mudah saja penggunaan media komunikasi dan informasi . Dalam program studi sistem informasi yang saya pilig , media pembelajaran juga melibatkan penggunaan laptop dan computer. Kemudahan yang ditawarkan laptop pun banyak mulai dari penggunaan kamera secara lebih muda, media pengeditan gambar, berbagai software aplikasi, dan berbagai bahasa pemrograman dapat kita pelajari dan kita bawa sesuai dengan keinginan kita. Semakin majunya suatu zaman akan semakin berkembang pesat pula kemajuan ilmu pengetahuan teknologi .Semua kemajuan zaman ini dapat kita jaadikan ilmu yang bermanfaat. Dan kita sebagai pengguna sudah seharusnya menjaga dengan baik dan turut menjaga kemajuat tekhnologi agar dapat berperan positif bagi kehidupan kita dan anak cucu kita nanti.